Di Balik Peci Ustadku

Di Balik Peci Ustadku

pernah suatu ketika aku bertemu dengan seorang pemuka agama dan kemudian aku berbincang-bincang dengan pemuka agama tersebut, panjang pembicaraan antara aku dan dia, kami membincangkan dari masalah politik,ahlak,sosial,dan kisah kehidupan kemanusiaan lain. Ruak penampilanya sangatlah indah bak manusia tanpa dosa yang baru pertama kali aku temui di seumur hidupku, sungguh indah penampilanya berpeci dan berpakaian rapih.

Banyak hal yang kutanyakan padanya, karena memang aku baru kali ini melihatnya dan berbincang indah dengan orang yang sangat indah tutur katanya bagaikan syair cinta yang ia kumandangkan. Aku dulu belajar dari SD sampai SMA sederajad selau di ajarakan untuk menghargai sesama dan menjauhi segala larangan-laranganya seperti memfitnah,berdusta,ghibah dan lainya yang sejenisnya.

Aku sangat percaya dengan apa yang di samapikannya kala itu, berbicara tentang surga dan neraka, tentang dosa dan pahala, Ia menceritakan tentang seseorang yang selalu berbuat onar di kampung seperti main koprok,nglonte,minum-minuman dll, berbicara latar belakang keluarganya dan bahkan kita berbicara sampai ke hal-hal yang mendalam  tentang orang itu.

Semua manusia tahu bahwa Harta,Tahta,Wanita adalah sumber runtuhnya iman kita, namun entah kenapa makin kesini aku makin bingung dengan realita ini, banyak orang yang berpenampilan rapih bahkan kesana semari menggunakan peci dalam segala aktifitasnya. namun membicarakan hal yang menurut pembelajaranku selama sekolah silam yang di sampaikan oleh guru-guru agamaku kita harus berbuat baik pada sesama, seperti menjaga perkataan,perbuatan ataupun yang sejenisnya.

Namun makin kekinian entah kenapa aku makin sulit percaya dan memahami pembahasan dari orang-orang itu, karna aku sadar bahwa manusia itu bukanlah seorang mahluk yang pantas berbicara tentang kebaikan dan keburukan orang.  huem huem huem entah lah mungkin banyak hal yang belum kutahu dari isi peci itu, entah itu kaula-kaula tuhan atau dusta yang berlindung di balik ayat-ayat tuhan.

0 Response to "Di Balik Peci Ustadku"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel